Rabu, 13 Juni 2012

makalah urgensi penggunakan teknologi dalam BK


BAB I
PENDAHULUAN



A.    LATAR BELAKANG
         Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan termasuk juga pada bimbingan dan konseling. Keberadaan bimbingan konseling supaya tetap diterima dalam masyarakat tentunya juga harus berkolaborasi dengan perkembangan teknologi informasi. Penguasaan teknologi informasi bagi seorang konselor merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.
         Teknologi informasi berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan. Bidang politik, sosial dan budaya, pendidikan, ekonomi, dan bisnis telah mengaplikasikan teknologi informasi dalam memperlancar segala urusan.
         Beberapa faktor yang mempengaruhi pentingnya teknologi informasi dalam bimbingan konseling yaitu: pertama karena perkembangan era globalisasi yang meningkat sehingga menuntut seorang konselor dalam engusaan teknologi informasi. Kedua karena berkembangnya teknologi informasi mampu membantu konselor dalam melakukan layanan-layanan bimbingan konseling tidak hanya secara langsung tetapi bia juga dengan tidak langsung misalnya konseling melalui telepon, konseling menggunakan surat magnetic (disket ke disket), konseling melalui video phone, konseling melalui internet (e-mail, chating, webcam, jejaring sosial, dan sebagainya) dengan tetap memperhatikan kode etik dalam bimbingan konseling.
         Diharapkan bagi konselor supaya mampu menerapkan system yang baik dalam teknologi informasi sehingga layanan-layanan bmbingan konseling bisa diterapkan secara komprehensif. Pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia BK untuk menyesuaikan dengan lingkungan agar memenuhi kebutuhan masyarakat. Teknologi informasi juga menuntut baik konseli ataupun konselor itu sendiri untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan up to date. Walaupun kenyataannya, konselor dan tenaga pendidik lainnya masih banyak yang buta akan teknologi seperti internet. Padahal internet merupakan media yang efektif dalam proses layanan Bimbingan dan Konseling. Solusi untuk hal ini, sebaliknya dan seharusnya konselor dan tenaga pendidik lain sosialisasi tentan penggunaan media TI yang akan mendukung kinerjanya masing-masing.





















BAB II
PEMBAHASAN



A.    PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI

         Menurut Haag dan Keen (1996) Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melalukan tugas-tugas yang behubungan dengan pemrosesan informasi.
(http://id.shvoong.com,dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul / 04.56 WIB)
         Menurut Martin (1999) Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
(http://id.shvoong.com,dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 04.56 WIB)
         Menurut Williams dan Sawyer (2003) Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.
(hhtp://id.shvoong.com,dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 04.56 WIB)



B.     PENGERTIAN BIMBINGAN KONSELING

         Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruksi terhadap tuntutan norma kehidupan (agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun social)
(http://zdandemak.blogsot.com, dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 05.08 WIB)
         Pengertian lain menjelaskan bahwa bimbingan dan konseling yaitu Proses interaksi antara konselor dengan klien / konselor baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media: internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.
(http://zidandemak.blogspot.com,dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 05.08 WIB)


C.    MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BK

1.      Akan meningkatkan kreatifitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik.
2.      Akan meningkatkan kunjungan ke website, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa.
3.      Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan.
4.      Akan memuculkan respon yang positif terhadap penggunaan email, tidak akan menimbulkan kebosanan.
5. Dapat ditemukan silabus, kurikulum dan lain sebagainya melalui website, dan
6. Terdapat pengaturan yang baik
            Selain penggunaan internet, dapat dipergunakan pula software seperti Microsoft power point. Software ini dapat membantu konselor dalam menyampaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukan gambar-gambar di luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal.
            Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). Konselor dapat memasukan gambar-gambar yang bergerak bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film.
            Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. Peralatan ini sering dipergunakan oleh konselor untuk menunjukan perilaku-perilaku tertentu. Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku konseli yang tidak diinginkan. Dalam proses pendidikan konselor pun, penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsinp konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor. Sebelum VCD/DVD Player ini ditayangkan, seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. Hal ini sangat penting, sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan, maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. Setelah film selesai ditayangkan, maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. Tanggapan-tanggapan  ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana konseli berfikir dan bersikap, yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku konseli atau siswa, sumber (http://ulankeyla.blogspot.com, diakses pada tanggal 30 Mei2012 pukl 05.24 WIB).



D.      Urgensi Teknologi Informasi Dalam Bimbingan Dan Konseling

            Teknologi informasi dan komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan, peran teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan, dan telah menyentuh layanan bimbingan dan konseling. Teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling masuk kepada dukungan system bimbingan dan konseeling seebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan..Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara yang lebih menarik,interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.
            Dinamika kehidupan yang bergerak cepat,kebutuhan informasi saat itu juga,membuat urgensi teknologi dan informasi dalam layanan bimbingan dan konseling dibutuhkan karena dapat memudahkan hubungan komunikasi antara konselor dan kliennya,sehingga pelayanan bimbingan dan konseling tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu dan konseling dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
  Dunia konseling harus bisa berkolaborasi dengan dunia teknologi dalam menghadapi dan mempertahankan keberadaan bimbingan dan konseling. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif.
 Salah satu penerapan teknologi informasi dalam BK diantaranya pada penyelenggaraan dukungan sistem. Dukungan sistem dapat berupa sarana-prasarana, sistem pendidikan, sistem pengajaran, visi-misi sekolah dan lain sebagainya. Berbicara sarana-prasarana, memasuki dunia globalisasi dengan pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia konseling untuk menyesuaikan dengan lingkungannya agar memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
Pada kenyataannya layanan bimbingan dan konseling sampai saat ini belum dapat dikatakan materi, sehingga waktu yang diberikan tidak cukup untuk menyampaikan materi bimbingan dan konseling ini. Dengan adanya ke urgent¬-an teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling, maka disini kita dapat menggunakan media teknologi informasi yang tersedia sebagai salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan proses bimbingan dan konseling.
              Perkembangan Teknologi informasi sejatinya mempengaruhi perkembangan bimbingan dan konseling juga. Hal ini bersifat mutlak,karena apabila bimbingan dan konseling tidak bias mengikuti perkembangan teknologi informasi,maka pelayanan bimbingan dan konseling akan tertinggal dan tidak bias mengikuti perkembangan jaman. Sedangkan dalam hal ini,bimbingan dan konseling dituntut untuk bias mengimbangi dinamika kehidupan individu yang terus berkembang.
Kedudukan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling berada di dalam layanan dukungan system. Ini berarti bahwa teknologi informasi menjadi salah satu sarana untuk mendukung layanan bimbingtan dan konseling. Dengan teknologi informasi,seorang konselor dapat berkreasi dalam memberikan layanan,sehingga siswa tidak merasa bosan.
Dengan teknologi jaringan tersebut tidak hanya mata kuliah atau bidang studi saja yang bisa memanfaatkan teknologi tinggi ini, melainkan hampir sebagian besar proses belajar mengajar termasuk Bimbingan dan Konseling.
Seperti kita ketahui bahwa saat ini BK belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi BK ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran Guru BK akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknolgi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut.
Urgensi teknologi informasi dalam bimbingan konseling menuntut konselor untuk dapat menguasai teknologi agar dapat memudahkan dalam pemberian pelayanan konseling kepada kliennya. Memanfaatkan TI bagi seorang guru sudah semakin urgen tampaknya, dan khusus bagi kita guru BK, banyak sekali kreasi yang dapat dibuat dalam melayani konseli.
Dalam aplikasinya teknologi dan informasi ini lebih diarahkan untuk membantu konseli dalam pemenuhan kebutuhan informasi terutama ketika seorang konseli ingin melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya. Kelebihan daripada ini, konseli lebih cepat mengakses semua informasi yang ada dan tidak harus melakukan proses konseling secara langsung.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan negative. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor dengan kliennya,yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga.
 Dalam proses bimbingan dan konseling masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media teknologi informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang pengguanaan internet. Padahal internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan konseling. Untuk itu, perlu adanya suatu sosialisasi untuk meningkatkan kinerja konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang membosankan dan menjenuhkan. Tidak hanya konselor yang perlu diberikan sosialisasi. Para konseli yang dalam hal ini adalah siswa juga perku diberikan suatu sosialisasi agar kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan sesuai apa yang diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif.
 Jika konselor dan konseli sudah paham akan manfaat dan pentingnya teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka ke depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan yang inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri, dikutip (http://yoezronbloon.blogspot.com, pukul 04.32 WIB tanggal 30 Mei 2012).



BAB III
SIMPULAN


            Sistem tekniologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dan adanya kemajuan teknologi informasi tersebut, manusia dengan mudah mengakses informasi dalam belahan dunia manapun dengan sangat cepat sehingga kebutuhan manusiapun menjadi semakin cepat terpenuhi. Kemajuan teknologi informasi tersebut juga sangat bermanfaat dalam bidang pendidikan. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu aspek dalam pendidikan juga mersakan manfaat dari kemajuan teknologi informasi  tersebut. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling  sudah tidak harus dengan bertatap muka, melainkan bisa dengan menggunakan media informasi baik itu telepon maupun internet, tetapi semua itu bukan tanpa masalah. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut sehingga perrlu sosialisasi kepada konselor maupun konseli agar kedua belah pihak bisa sama-sama memanfaatkan media teknologi informasi yang sudah maju.




DAFTAR PUSTAKA

Haag. 1996. pengertian- teknologi- informasi. (online). http://id.shvoong.com,dikutip pada  tanggal 30 Mei 2012 pukul / 04.56 WIB.

Martin. 1999. pengertian- teknologi- informasi. (online). http://id.shvoong.com,diku tip  pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 04.56 WIB.

William, dan Sawyer. 2003. pengertian- teknologi- informasi. (online).hhtp://id.shvo ong.com,dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 04.56 WIB

 Pengertian-Bimbingan-Konseling. http://zdandemak.blogsot.com, dikutip pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 05.08 WIB

Penggunaan Internet bagi Konselor. http://ulankeyla.blogspot.com, diakses pada tanggal 30 Mei2012 pukul 05.24 WIB

Urgensi-Ti-dalam-BK. http://yoezronbloon.blogspot.com, pukul 04.32 WIB tanggal 30 Mei 2012
                      











MAKALAH


URGENSI PENGGUNAKAN TEKNOLOGI DALAM BK


Nama Kelompok:
1.      Atik Rahayu                (08-500-0116)
2.      Eka Isti Anggraini       (08-500-0097)
3.      Endang sulistiyorini    (08-500-0071)
4.      Ela Mardiana               (08-500-0084)
5.      Dewi Mariyam            (08-500-0069)
6.      Bambang Sigit W        (08-500-0157)


PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA
SURABAYA

1 komentar:

  1. Pagi mba Rini,
    salam kenal..
    mohon ijin untuk mempergunakan informasi dalam makalahnya dengan mencantumkan alamat blog ini...
    Terima kasih...

    BalasHapus